Minggu, 17 April 2011

Manajemen Armada Penjualan

Manajemen Penjualan pemegang kunci upaya pengembangan operasi penjualan yang berhasil.Ia harus melaksanakan fungsinya dengan menyelenggarakan manajemen terhadap tim penjualanya,bukan dengan mengambil akih tugas-tugas mereka.Sebagai manager ia bertanggung jawab atas penyelesaian tugas-tugas orang lain dalam rangka mencapai tujuan-tujuan ekonomis.Sebagai seorang manajer penjualan,pelaksanaan dari prosesmanajemennya bisa terhambat oleh kesulitan-kesulitan khusus yang berkaitan dengan tersebarnyaanak buah secara geografis.Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan berhasil,manajer penjualan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam empat bidang utama yaitu penjualan,manajemen,manajemen penjualan,dan pemasaran.Setelah semua itu ia punyai,maka ia boleh mengaku sebagai salah seorang anggota yang produktif dari tim eksekutif perusahaan.

MANAJEMEN PENJUALAN (bag 2)

Pengalokasian kegiatan penjualan dapat dilakuan dengan segmentasi pasar.Segmentasi pasar adalah kegiatan atau bentuk kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen menjadi satu-satuan pasar yang homogen.
1.Segmentasi Demografi
adalah pengelompokkan konsumen berdasarkan faktor-faktor usia,jenis kelamin,besarnya keluarga,pendidikan,siklus kehidupan rumah tangga,suku bagsa,pekerjaan,sosial ekonomi,agama.
2.Segmentasi Geografis
adalah pengelompokkan konsumen berdasarkan wilayah kota besar versus kota kecil versus pedesaan,berdsarkan wilayah regional/provinsi,berdarkan kepadatan penduduk,berdasarkan lingkungan tinggal.
3.Segmentasi Perilaku
adalah pengelompokkan konsumen berdasarkan sikap mereka terhadap peristiwa,benefitatau berdasarkan pada cara pengguanaan nilai loyalitas,dan tahu tidaknya tentang produk yang di carinya.
4.Psikografis
adalah pengelompokkan konsumen berdasarkan pada motivasi,gaya hidup,dan karakteristik kepribadian.

Faktor pribadi atau faktor internal dalam diri seseorang adalah faktor penting bagi proses pembelian dalam diri konsumen.Pemahaman atas faktor pribadi ini penting untuk meningkatkan efisiensi suatu program pemasaran.Faktor pribadi terdiri atas:
A.Aspek Pribadi
Seorang konsumen akan berbeda dari seorang konsumen lainnya karena faktor-faktor pribadi dalam hal-hal berikut ini:
-Usia dan Tahap hHidup
-Pekerjaan
-Kondisi Keuangan
-Gaya Hidup
-Kepribadian
-Konsep Diri
Contoh aspek pribadi ang berkenan dengan daya beli menyebabkan pilihan dalam diri knsumen yang bersangkutan dalam wujud pilihan harga versus jumlah,harga versus ketersediaan,harga versus kenyamanan,harga versus pelayanan dan lain-lain.
B.Aspek Kejiwaan/Psikolgis
Faktor kejiwaan atau psikolgis yang memengaruhi seseorang dalam tindakan membeli sesuatu barang/jasa ada empat macam,yaitu:
-motivasi
-Persepsi
-Kepercayaan dan Perilaku
-Belajar

Sifat Motivasi Pembelian
Setiap konsumen mempunyai dua sifat motivasi pembelian yang saling tumpah tindih dalam dirinya,emosional dan rasional.
1.Emosional
Motivasi yang di pengaruhi emosi berkaitan dengan perasaan,baik itu keindahan,gengsi atau perasaan lainya termasuk bahkan iba dan rasa marah.Faktor indah atau bagus dan faktor gengsi akan lebih banyak pengaruhnya di bandingkan rasa iba atau marah karena saat berbelanja,umumnya para konsumen bukan dalam keadaan iba atau marah.
2.Rasional
Sikap belanja rasional di pengaruhi oleh alasan rasioal dalam pikiran seorang kosumen.Cara berfikir seorang konsumen bisa begitu kuat sehingga membuat perasaan gengsi menjadi amat kecil bahkan hilang.

Kita dapat melihat contohnya pada produk yang di beli konsumen sebagai berikut:
PRODUK :handphone
DAYA TARIK PRODUK :a)status sosial,penamoilan gaya
b)kepraktisan dalam berkomunikasi
SIFAT MOTIF :a)pada daya tariknya berifat emosional
b)pada daya tariknya berifat rasional

Sebagian orang melihat kedua sifat itu sebagai value (nilai).Maksudnya adalah bahwa aktivitas pembelian oleh konsumen di dorong oleh kombinasi nilai emosional dan nilai rasional atau oleh dominasi salah satu nilai.
(sumber: Ma'ruf Hendri.2006.PEMASARAN RITEL.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama)

MANAJEMEN PENJUALAN




Pemasaran atau penjualan secara mudahnya adalah kegiatan memasarkan barang atau jasa umumnya kepada masyarakat,dan khususnya kepada pembeli potensial.Dalam praktiknya,pemasaran di jalankan dengan kedua cara yaitu ilmu dan seni.Untuk mencapai efisiensi yang maksimum,manajer penjualan harus merencanakan pendayagunaan sumber daya yang ada dalam wewenangnya.Perencanaan di buat agar sumber daya manusia,dana,perlengkapan,dan waktu yang ada dapat didayagunakan dengan sebaik-baiknya.
Tahapan penjualan dapat dilakukan dengan cara:
a)menetapkan tujuan penjualan
manajer penjualan melakukan pengaturan dengan mempertimbangkan tujuan pemasaran secara keseluruhan,kebijakan,strategi serta kriteria kendalinya.
b)memprakira volume penjualan
di banyak perusahaan,manajer penjualan diikutsertakan sebagai anggota tim pemasaran yang membahas hal-hal tersebut di atas.Proses pembahasan biasanya dimulai dengan melakukan prakiraan terhadap volume penjualan untuk periode berikutnya.
c)hubungan antara prakiraan dengan penentuan target
prakiraan volume penjualan akan merupakan tulang punggung bagi tujuan-tujuan managemen penjualan.Prakiraan tersebut akan mempengaruhi rencana-rencana yang disusun manager penjualan dan pada saatnya nanti akan terjadi hal sebaliknya.

Membuat Rencana Penjualan
Setelah prakiraan dan target penjualan ditetapkan,manajer penjualan harus memikirkan bagaimana cara pencapaiannya.Pada dasarnya,manajer penjualan harus memikirkan lima pertanyaan berikut:
1.apa yang hendak di jual?
2.kepada siapa?
3.dengan harga berapa?
4.dengan cara bagaimana?
5.dengan rasio efektivitas-biaya yang bagaimana?

Setelah merencanakan penjualan kita harus mentukan strategi pemasaran.Strategi pemasaran dapat dirumuskan dalam bentuk uraian pernyataan atau dapat pula di ungkapkan dalam daftar contoh berikut ini:
a)primary target market
pemasaran peritel yang efektif adalah yang dapat menjelaskan segmen masyarakat yan menjadi sasaran utamanya.Segmen pasar yang jelas memungknkan perusahaan memilih strategi yang tepat.
b)positioning
adalah upaya menempatkan citra perusahaan dan gerainya di benak masyarakat.Karena itu positioning adalah citra.Strategi pemasaran yang efektif adalah yang terpadu dan konsisten di antara semua unsur bauran pemasaran ritelnya sesuai dengan rencana positioning.
c)merchandise
rencana ragam dan jenis item merchandise disiapkan sesuai dengan sifat gerai (apaka gerai raksasa/hypermarket,department store,pasar swalayan atau lainnya).Selain itu,garis besar volume masing-masing ragam/item direncanakan sesuai asumsi tahun-tahun kedepan.Demikian pula kisaran harga.Semuanya bersifat rencana garis besar guna mencapai sasaran jangka panjang.
d)sales promotion
dunia perdagangan ritel amat berkaitan dengan pergerakan demografi,selera,dan gaya hidup masyarakat.
e)periklanan dan komunikasi
dunia ritel amat memerlukan periklanan yang teratur dan komunikasi yang terus menerus.Secara periodik,iklan dipasang dengan tujuan membuat perusahaan ritel dan gerainya "terasa hadir" dalam benak masyarakat.
f)selain strategi dalam poin-poin di atas,strategi juga dapat di buat dalam hal lainnya seperti rencana pergantian sistem operasional,prioritas program rekrutment dan pelatihan SDM.
(sumber: Ma'ruf Hendri.2006.PEMASARAN RITEL.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama)

Kamis, 24 Maret 2011

KELUARGA & RUMAH TANGGA MAYARAKAT

rel="themeData">
A.HOUSE HOLDS AMERIKA SECARA ALAMI
Keluarga berasal dari bahasa sansekerta "kulawarga". Kata kula berarti "ras" dan warga yang berarti "anggota"Keluarga adalah lingkungan di mana terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah.Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu,memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut.
Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.
Tipe keluarga
Ada beberapa tipe keluarga yakni keluarga inti yang terdiri dari suami,istri, dan anak atau anak-anak,keluarga konjugal yang terdiri dari pasangan dewasa (ibu dan ayah) dan anak-anak mereka, dimana terdapat interaksi dengan kerabat dari salah satu atau dua pihak orang tua.Selain itu terdapat juga keluarga luas yang ditarik atas dasar garis keturunan di atas keluarga aslinya.Keluarga luas ini meliputi hubungan antara paman, bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek.
Peranan keluarga
Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.
Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut :
Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepada keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik,mental,sosial, dan spiritual.


Tugas keluarga
Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai berikut.
  1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
  2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
  3. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing.
  4. Sosialisasi antar anggota keluarga.
  5. Pengaturan jumlah anggota keluarga.
  6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
  7. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
  8. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.
Fungsi Keluarga
Fungsi yang dijalankan keluarga adalah :
  1. Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
  2. Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
  3. Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
  4. Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
  5. Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
  6. Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
  7. Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
  8. Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.
  9. Memberikan kasih sayang, perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.

Bentuk keluarga

Ada dua macam bentuk keluarga dilihat dari bagaimana keputusan diambil, yaitu berdasarkan lokasi dan berdasarkan pola otoritas.

Berdasarkan lokasi

  • Adat utrolokal, yaitu adat yang memberi kebebasan kepada sepasang suami istri untuk memilih tempat tinggal, baik itu di sekitar kediaman kaum kerabat suami ataupun di sekitar kediamanan kaum kerabat istri;
  • Adat virilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri diharuskan menetap di sekitar pusat kediaman kaum kerabat suami;
  • Adat uxurilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri harus tinggal di sekitar kediaman kaum kerabat istri;
  • Adat bilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri dapat tinggal di sekitar pusat kediaman kerabat suami pada masa tertentu, dan di sekitar pusat kediaman kaum kerabat istri pada masa tertentu pula (bergantian);
  • Adat neolokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri dapat menempati tempat yang baru, dalam arti kata tidak berkelompok bersama kaum kerabat suami maupun istri;
  • Adat avunkulokal, yaitu adat yang mengharuskan sepasang suami istri untuk menetap di sekitar tempat kediaman saudara laki-laki ibu (avunculus) dari pihak suami;
  • Adat natalokal, yaitu adat yang menentukan bahwa suami dan istri masing-masing hidup terpisah, dan masing-masing dari mereka juga tinggal di sekitar pusat kaum kerabatnya sendiri .

Berdasarkan pola otoritas

  • Patriarkal, yakni otoritas di dalam keluarga dimiliki oleh laki-laki (laki-laki tertua, umumnya ayah)
  • Matriarkal, yakni otoritas di dalam keluarga dimiliki oleh perempuan (perempuan tertua, umumnya ibu)
  • Equalitarian, yakni suami dan istri berbagi otoritas secara seimbang.


B.PENGAMBILAN KEPUTUSAN KELUARGA
Anggota keluarga mempunyai peran yang berbeda-beda dalam pengambilan keputusan keluarga yang akhirnya menarik keputusan pemikiran bersama.Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik yang memperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis.
Natur dan nature merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menjelaskan karakteristik-karakteristik individu dalam hal fisik, mental, dan emosional pada setiap tingkat perkembangan. Seorang bayi yang baru lahir merupakan hasil dari dua garis keluarga, yaitu garis keturunan ayah dan garis keturunan ibu. Sejak terjadinya pembuahan atau konsepsi kehidupan yang baru, maka secara berkesinambungan dipengaruhi oelh bermacam-macam faktor lingkungan yang merangsang.
Siklus Kehidupan keluarga
Menurt neightbor (1985) tahapan tugas dan masalah – masalah yang menjadi isu penting dalam setap tahapan siklus kehidupan keluraga sbb:
1.      Tahap perkawinan
Pada tahap ini masing – masing mempunyai tugas untuk menyatu, menyelaraskan dan saling mengenal serta memahami pribadi masing – masing untuk bersama – sama membangun keluaraga.
2.      Tahap Melahirkan anak
Pada tahap ini anak lahir dan tugas utama adalah bagaimana menciptakan suasana dan peran dengan adanya kehadiran anak.pada tahap ini bagaimana dapat salingh berbagi dengan adanya kehadiran anak, mengatur kembali peran masing -  masing, mana yang menjadi tugas suami dan mana yang menjdi tgas istri mengasuh anak
3.      Tahap membesarkan anak- anak memasuki sekolah dasar
Pada tahap ini tugas utamnya adalah emngasuh dan mendidik anak – anak. Pada tahap ini tentang menyediakan lingkungan yang aman untukpertumbuhan anak – anak, bagaimana menjdai orang tua yang baik, keterlibatan dengan masyarakat, waktu yang lebih banyak untuk mencurahkan kepada anak -anak,terutama untuk ibu dan bagaimana memberikan perhatian dan mengasuh yang adil diantara anak -anak.
4.      Membesarkan anak -anak usia remaja
Pada tahap ini orang tua mempunyai tugas penting dalam mengatur batasan – batasan yang boleh dan yang tidak boleh. Neighbour memberikan istilah orang tua melakukan “boundary testing”. Isu yang penting tahap ini adalah tari – meneraik antara mengendalikan dan memberikan kebebasan kepada remaja, berusah untuk mempunyai pengaruh karena adanya pembrontakan pada anak, masalah individualisasi dan keinginan anak mulai dilepaskan
5.      Keluarga mulai melepaskan anak -anak
Pada tahap ini anak – anak mulai menikah dan oarang tua mulai akan ditinggalkan anak -anak.tugas orang tua adalah mempersiapkan anak -anaknya siap untuk menghadapi kehidupan berkeluarga. Perubahan trasnsisi peran yang dilakukan setelah anak -anak tinggal di rumah dengan peran anatara ketika anak -anak berkeluaraga sendiri. Orang tua merasa an perlu penyesuaina antara suami istri dengan kondisi baru.
6.      Tahap – tahp pertengahan
Pada tahap ini suami istri berusaha untuk melakukan evaluasi diri dan menilai kembali peran dan apa yang dilakukan masing – masing. Timbulnya krisis tengah baya, p[erasaan puas atau sebaliknya munculnya kekecewaan, menerima keterbatasan, perubahan citra diri, antisipasi terhadap mas apensiun atau bahkan mulai ditinggalkan oelh oarang tua karena meninngal
7.      Usia tua
Pada tahap ini tugas yang dilakukan adalah menghadapi kematian.isu-isu penting timbul adalah munculnya penyakit tua, mula mendeka
8.      Tahap perkawinan
Pada tahap ini masing – masing mempunyai tugas untuk menyatu, menyelaraskan dan saling mengenal serta memahami pribadi masing – masing untuk bersama – sama membangun keluaraga.
9.      Tahap Melahirkan anak
Pada tahap ini anak lahir dan tugas utama adalah bagaimana menciptakan suasana dan peran dengan adanya kehadiran anak.pada tahap ini bagaimana dapat salingh berbagi dengan adanya kehadiran anak, mengatur kembali peran masing -  masing, mana yang menjadi tugas suami dan mana yang menjdi tgas istri mengasuh anak
10.  Tahap membesarkan anak- anak memasuki sekolah dasar
Pada tahap ini tugas utamnya adalah emngasuh dan mendidik anak – anak. Pada tahap ini tentang menyediakan lingkungan yang aman untukpertumbuhan anak – anak, bagaimana menjdai orang tua yang baik, keterlibatan dengan masyarakat, waktu yang lebih banyak untuk mencurahkan kepada anak -anak,terutama untuk ibu dan bagaimana memberikan perhatian dan mengasuh yang adil diantara anak -anak.
11.  Membesarkan anak -anak usia remaja
Pada tahap ini orang tua mempunyai tugas penting dalam mengatur batasan – batasan yang boleh dan yang tidak boleh. Neighbour memberikan istilah orang tua melakukan “boundary testing”. Isu yang penting tahap ini adalah tari – meneraik antara mengendalikan dan memberikan kebebasan kepada remaja, berusah untuk mempunyai pengaruh karena adanya pembrontakan pada anak, masalah individualisasi dan keinginan anak mulai dilepaskan
12.  Keluarga mulai melepaskan anak -anak
Pada tahap ini anak – anak mulai menikah dan oarang tua mulai akan ditinggalkan anak -anak.tugas orang tua adalah mempersiapkan anak -anaknya siap untuk menghadapi kehidupan berkeluarga. Perubahan trasnsisi peran yang dilakukan setelah anak -anak tinggal di rumah dengan peran anatara ketika anak -anak berkeluaraga sendiri. Orang tua merasa an perlu penyesuaina antara suami istri dengan kondisi baru.
13.  Tahap – tahap pertengahan
Pada tahap ini suami istri berusaha untuk melakukan evaluasi diri dan menilai kembali peran dan apa yang dilakukan masing – masing. Timbulnya krisis tengah baya, p[erasaan puas atau sebaliknya munculnya kekecewaan, menerima keterbatasan, perubahan citra diri, antisipasi terhadap mas apensiun atau bahkan mulai ditinggalkan oelh oarang tua karena meninngal
14.  Usia tua
Pada tahap ini tugas yang dilakukan adalah menghadapi kematian.isu-isu penting timbul adalah munculnya penyakit tua, mula mendekati kepada tuhan.
Jadi keluaraga merupakan faktor unit kecil pusat  pengambilan keputusan konsumen menurut schiffman dan kanuk terdapat delapan peran yang dapat dilakukan antara lain Penjaga pintu, Pemberian Pengaruh Pengambilan Keputusan, pembelian, penyiapan, Pengguna, pemeliharaan, Pembuang. Dan siklus kehidupan keluarga dimulai dari tahap perkawainan sampai usia tua.



C.STRATEGI PEMASARAN PENGAMBILAN
    KEPUTUSAN KELUARGA
Keluarga mempunyai peranan penting dalam perilaku konsumen, konsumen sebagai anggota keluarga yang sering berinteraksi dengan anggota keluaraga yang sering berinteraksi dengan anggota  keluaraga yang lain. Perilaku secara tidak langsung dipengaruhi oleh hasil interaksi.  Keluarga mempengaruhi proses pembelajaran, sikap, persepsi dan perilaku orang – orang yang ada di dalamnya. Oleh kareana itu, konsumen secara langsung atau tidak langsung sangat dipengaruhi oleh keluaraga. Keluarga ditinjau dari persepektif lingkungan pengambilan keputusan, merupakan unit kecil pusat  pengambilan keputusan konsumen. Misalkan pemilihan tempat berlibur  dipengaruhi oleh anak – anak. Jadi keluaraga merupakan “kelompok” yang mempunyai pola pengambilan keputusan komplek karena melibatkan anggota keluarga, karena pengambilan keputusan sangat kompleks pola pengambilan keputusan yang terjadi antara keluaraga tentunya tidak sama. Keluaraga muda yang baru menikah  kurang dari enam bulan tentu akan berbeda dengan keluaraga yang memiliki anak yang duduk dibangku kuliah.
Di dalam pengambilan keputusan terdapat peran –peran tertentu yang dapat dilakukan oleh anggota keluarga. Menurut schiffman dan kanuk terdapat delapan peran yang dapat dilakukan oleh anggota keluaraga antara lain :
1.Penjaga pintu (gatekeepers)
Perannya adalah mengatur dan mengendalikan dan mengendalikan informasi yang  akan masuk ke keluarga. Yang berperan sebagai penjaga pintu ini berperan untuk  menerima, meneruskan atau menolak/menghentikan informasi yang akan disampaikan kepada anggota keluarga.
2.Pemberian Pengaruh (influencer)
Peranan adalah memberi pengaruh kepada anggota keluarga lain untuk mengambil keputusan. Pemberi pengaruh akan mengevaluasi alternatif – alternatif yang tersedia. Pemberi pengaruh mempunyai peran penting dalam mempengaruhi pengambilan keputusan pemelihan, penggunaan atau penghentian suatu produk atau jasa.
3. Pengambilan Keputusan (decision maker)
Peranan adalah memutuskan produk /jasa yang akan dibeli. Di dalam keluaraga peran ini bisa diperankan oleh suami atau istri atau anak tergantung dari produk yang dibeli dan kondisi dominasi pengambilan keputusan dalam keluarga.
4.Pembeli (buyer)
Peranan adalah membeli atau melkaukan transaksi atas barang atas jasa


5. Penyiap (Preparer/installer)
Perannya menyimpan segala sesuatunya sehingga produk atau jasa siap digunakan/dikonumen
6.Pengguna (user)
Perannya memakai produk atau menggunakan produk/jassa yang dibeli.
7. Pemeliharaan (Maintainer)
Peranannya adalah merawat daan melkukan usaha yang memungkinkan produk atau jasa dapat digunakan dan dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan jangka waktunya
8. Pembuang (Disposer)
Peranannya adalah berinisiatif menghentikan atau tidak melanjutkan penggnaan produk atau jasa yang igunakan.


D.SOSIALISASI KONSUMEN
Kemampuan Belajar Pada Anak
Belajar adalah keterampilan yang perlu dipelajari,bukan di peroleh secara otomatis-alamiah.Belajar ditentukan oleh kemauan,walaupun perlu di dukung kemampuan.Prinsip ini yang menjadi dasar mengapa keterampilan belajar perlu dimulai dengan membangun kebiasaan belajar.Hal ini akan memacu munculnya kemampuan untuk berusaha mencapai keberhasilan.Itu sebabnya,kita perlu membangun suasana keseharian yang mendukung upaya membiasakan anak menghadapi situasi belajar.Bermain adalah yang paling efektif,karena akan berisi aktivitas yang mudah dan tidak ada tuntutan menjadi bias,sehingga dapat membuat anak merasa nyaman dalam belajar.
Sosialisasi dan Proses Sosialisasi Konsumen
Sosialisasi konsumen diartikan sebagai proses dimana seseorang memperoleh pengetahuan dan keterampilan serta sikap yang relevan dengan fungsinya sebagai konsumen di pasar.Proses sosialisasi tersebut juga diartikan sebagai proses bagaimana seseorang memperolah pengetahuan tentang barang dan jasa serta pencarian informasi dan keterampilan untuk menawar barang dan jasa.
 Supermarket Sebuah Kelas
Supermarket telah menjadi sangat popular dan dikunjungi oleh tiga seperempat dari keseluruhan jumlah rumah tangga kaum urban.Kepopuleran supermarket dsisebut disebabkan karena harga yang tidak mahal,kenyamanan,kemudahan,kerapihan dan kebersihan.Juga dikarenakan penjualan diskon yang kerap ditawarkan oleh pihak supermarket.Walaupun yang berbelanja di sana rata-rata masih mereka yang berasal dari kelas sosial tinggi. Walaupun pesona supermarket terus meningkat,mereka belum sepenuhnya bias menggantikan pasar-pasar tradisional yang masih menjadi tempat pilihan kaum urban yang biasanya dari kelas sosial menengah ke bawah untuk bias menawar juga merupakan motivasi orang-orang berbelanja di pasar tradisional.Karena masyarakat kelas atas lebih memilih supermarket karena kelebihan fasilitas dan produk yang ditawarkan.   


E.PEMASARAN PADA ANAK
Pemasaran pada anak yang paling efektif yaitu iklan dari semua jenis media dari koran sampai ke stasiun televisi.Anak-anak Amerika setelah sekolah mereka akan menghabiskan waktu menonton televisi daripada waktu yang mereka habiskan di kelas untuk sekolah mereka.Demikian pula di Australia, dimana dalam satu dari empat anak rumah memiliki televisi set mereka sendiri, anak-anak menghabiskan rata-rata seperempat waktu luang mereka di depan televisi.
Sebuah versi pengiklanan seperti karakter yang diluncurkan sebagai tokoh dalam suatu film diikuti dengan serial televisi dan kemudian menawarkan dagangan ratusan produk mulai dari t-shirt sampai mainan.Kepala Disney menjelaskan kepada Advertising Age tahun 1989 bagaimana kegiatan Corporation Disney semua diperkuat sama lain:The Toko Disney mempromosikan produknya pada acara televisi.

Senin, 03 Januari 2011

Meraih Sukses dengan Cepat Secara Islami

Nama    : Tania Arum
Kls         : 2DD03
NPM      : 32209599
Matkull  : Softskill Kewirausahaan
Dosen     : Joko Utomo

saat ini orang lebih suka kepada hal yang instan, serba cepat termasuk meraih sukses. Padahal justru dengan keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang instan, malah akan memperpanjang angan-angan. Hidupnya bukan diisi dengan kerja keras untuk meraih sukses, tetapi diisi dengan mengkhayalkan suatu cara yang bisa dilakukan dengan cepat.
Sebenarnya ada cara yang bisa kita lakukan untuk mempercepat jalan menuju sukses dengan memanfaatkan akal dan hikmah yang kita miliki. Harus ada keseimbangan antara meraih sesuatu yang real sambil menggunakan akal untuk mencari cara yang lebih cepat. Jangan salah satu, tetapi keduanya harus kita jalani. Sambil mencari cara mempercepat sukses kita, kita tetap melakukan sesuatu yang nyata.
Cara yang kedua ialah dengan memanfaatkan hikmah yang kita miliki, baik hikmah dari pengalaman diri sendiri maupun hikmah dari pengalaman orang lain. Dari hikmah yang kita miliki kita bisa mendapatkan pelajaran, cara apa yang benar dan cara apa yang salah. Sehingga kita tidak akan membuang-buang waktu mencoba berbagai cara, sebab kita sudah mengetahui cara mana yang benar.
Apakah Anda akan pergi ke Mekah dengan menunggang unta? Cara ketiga ialah gunakanlah teknologi, teknologi bisa mempercepat perjalanan kita. Dulu, saat orang Indonesia akan menunaikan ibadah haji harus memakan waktu berbulan-bulan, tetapi dengan ada teknologi, kita bisa menunaikan ibadah haji dengan waktu yang sangat singkat. Jadi gunakan teknologi untuk mempercepat kita dalam meraih sukses.
Cara ke empat, berlarilah menuju Allah. Maksudnya kita harus mendekatkan diri segera kepada Allah, sebab jika kita mendekatkan diri kepada Allah, Allah akan menghampiri kita dengan cara yang lebih cepat. Seperti dalam suatu hadits qudsi,
Barangsiapa mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sedepa. Barangsiapa mendekat kepada-Ku sedepa, Aku mendekat kepadanya selengan. Barang siapa datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil.” (HR Bukhari Muslim)

Kiat-Kiat Menjadi Pengusaha yang Berhasil

NAMA    :TANIA ARUM
KLS       :2DD03
NPM      :32209599  
Matkull  :Softskill Kewirausahaan
Dosen     :Joko Utomo

1.    Kemampuan untuk mengembangkan fokus yang jelas.
Kita harus tahu betul apa yang membuat usaha kita berbeda dari para pesaing. Kembangkan sebuah visi dan laksanakan. Banyak pengusaha gagal karena mereka merasa bahwa ide baru yang mereka temukan lebih menarik daripada yang mereka jalankan sekarang.
2.    Harapan yang tidak cepat putus asa.
Jika Anda melakukan diet dan berharap bisa menurunkan berat badan lima kilo pe rminggu, Anda pasti akan kecewa dan menyerah. Jika tujuan Anda lebih realistis, kemungkinan besar Anda akan tetap berpegang padanya dan berhasil. Sangat jarang ada orang yang “kaya mendadak”.
3.    Kemauan untuk membuat planning.
Para pengusaha paling sukses adalah orang-orang yang memiliki tujuan dan rencana yang jelas untuk meraihnya. Mereka mempelajari pasar, persaingan, dan mekanismenya, serta bersedia mempelajari sungguh-sungguh semua kendala yang mungkin akan dihadapi.
4.    Fleksibilitas dan adaptabilitas.
Selain membutuhkan rencana dan fokus yang jelas, Anda juga perlu memiliki fleksibilitas dalam menanggapi perubahan situasi. Dalam bisnis, dan juga hidup, segalanya berubah, dan masalah pasti ada.
5.    Kemampuan untuk mengatasi kekhawatiran karena harus menjual.
Dalam artian tertentu, semua pengusaha adalah penjual. Anda tidak boleh takut berhadapan dengan konsumen, memotivasi pegawai, dan menjalin hubungan baik dengan pemasok. Anda tidak harus punya keahlian tersebut saat memulai usaha, tetapi Anda harus mempelajarinya agar usaha Anda tetap berjalan.
6.    Bersedia bekerja keras.
Tidak ada jalan pintas disini; menjalankan usaha berarti bekerja keras sepanjang waktu.
7.    Tujuan pribadi yang jelas.
Kita semua punya keinginan yang berbeda-beda. Kita ingin punya banyak uang dan sekaligus sudah berada di rumah saat anak-anak pulang sekolah. Kita ingin mengontrol semua kegiatan tetapi produk dan jasa yang kita hasilkan sangat beragam. Tujuan-tujuan tersebut jelas saling bertentangan satu sama lain. Untuk mencapai keberhasilan, Anda harus fokus pada apa yang benar-benar penting bagi Anda dan apa yang dapat Anda capai.
8.    Pengalaman.
Anda tidak perlu berpengalaman sebagai manajer sebuah perusahaan mobil untuk memulai bisnis mobil bekas, tetapi Anda harus punya pengalaman dalam bidang terkait atau pengalaman dalam menerapkan kemampuan yang Anda miliki sebagai manajer, sebelum mengawali suatu usaha.

Identifikasilah Kebutuhan SDM Bagi Usaha dan Metode Recruitment

NAMA           : TANIA ARUM
NPM              : 32209599
kLS                : 2DD03
DOSEN         : Joko Utomo
MATKULL    : SOFTSKILL KEWIRAUSAHAAN

1.Dari usaha yang anda dirikan,identifikasilah kebutuhan SDM bagi usaha anda!
Meliputi:keahliannya,pendidikannya serata pengalaman kerjanya.Jelaskan pula metode recruitment yang anda gunakan

2.Masih dari usaha yang anda dirikan,susunlah perencanaan bentuk organisasinya.Gambarkan juga strukturorganisasi dari usaha yang akan saudara dirikan!


Jawab:

1.Identifikasi untuk kebutuhan SDM bagi usaha restoran saya adalah SDM yang mengerti memasak yang baik dan benar.Dewasa ini sudah banyak chieft-chieft yang sukses berawal dari pekerjaanya.Tidak harus chieft yang harus berpendidikan tinggi.Karena menjadi juru masak bisa belajar dari sekolah ataupun otodidak dalam mempelajarinya.Hal tersebut berarti membuka peluang kerja bagi seseorang yang kreatif.
  Dalam memilih SDM saya lebih cenderung menggunakan SDM yang balance antara kemampuan,skill,dehavior,motivation dan conducive.
  Pendidikan yang ditempuh oleh SDM minimal SMA dan pengalaman kerja di segala bidang yang pernah dialami para calon tenaga kerja tersebut.

  Metode Recruitment:
  Pertama-tama sebelum mengadakan recruitment saya akan melakukan analisis mengenai kerja:
    a).Analisis tenaga kerja
       Dilihat berapa banyak SDM yang dibutuhkan untuk mengelola restoran.
    b).Analisis beban kerja
       Dilihat seberapa banyak beban kerja yang di tanggung masing masing pekerja.

  Recruitment/penarikan
  Adalah pencarian dan penarikan tenaga kerja/karyawan potensial yang akan diseleksi guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi.
  Dalam metode recruitment yang pertama meliputi:
    1).Rekomendasi dari karyawan yang sedang bekerja
    2).Leasing(pengguna kerja honorer)

  Penentuan kualitas tenaga kerja:
    1).Usia        : min 20 dan max 55 tahun
    2).Pendidikan    : SMA
    3).Pengalaman Kerja    : -
    4).Keahlian        : Memasak

  Proses seleksi:
    1).Pendaftaran
    2).Administrasi
    3).Wawancara
  Prosedur seleksi yang akan digunakan:
    1).Wawancara pendahuluan
    2).Pengumpulan data-data pribadi
    3).Digunakan untuk mengetahui IQ yang dimilki masing-masing pelamar
    4).Wawancara lebih mendalam
    5).Riwayat kesehatan
    6).Keputusan pribadi
    7).Orientasi jabatan

  Prosedur seleksi digunakan karena dalam prosedur seleksi terdapat faktor-faktor yang akan mempengaruhi pekerjaan para karyawan.



2.Perencanaan bentuk organisasi:
  Dalam menyusun struktur organisasi,terlebih dahulu kita  susun rencana bentuk organisasinya,bentuk organisasi berkaitan dengan :
    1).Wewenang dan tanggung jawab perintah atasan pada bawahan dan kewajiban yang diberikan.
    2).Rentang pengendalian:proses pendelegasian

  Dilihat dari usaha yang di jalankan adalah termasuk perusahaan rumah tangga maka struktur yang digunakan adalah struktur organisasi garis (lini).
  Adapun keuntungan dari struktur organisasi ini adalah:
    1).Mudah pengawasan
    2).Keuntungan sendiri